TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah  teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil observasi. Teks laporan juga disebut teks klasifikasi karena umumnya memuat klasifikasi jenis-jenis sesuatu yang diobservasi berdasarkan kriteria tertentu.

Teks laporan sering dianggap sama dengan teks deskripsi. Sebenarnya, teks laporan dan teks deskripsi berbeda. Perbedaan yang paling menonjol di antara keduanya terletak pada sifatnya, yaitu bahwa teks laporan bersifat global dan universal, sedangkan teks deskripsi bersifat unik dan individual, untuk melaporkan kehidupan harimau, misalnya, kalian dapat mulai dengan membuat klasifikasi jenis-jenis harimau, kemudian memaparkan bentuk fisik, ciri-ciri, habitat, dan kebiasaan hidup harimau itu.

Teks deskripsi menitikberatkan pada uraian bentuk, ciri-ciri, dan keadaan sesuatu yang dideskripsikan untuk tempat dan waktu tertentu. Sementara itu, teks laporan lebih menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis-jenis sesuai dengan ciri-ciri setiap jenis pada umumnya. Selain itu, teks deskripsi berkaitan hanya dengan hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagiannya, sedangkan teks laporan berkaitan dengan hubungan berjenjang antara sebuah kelas dan sub-subkelas yang ada di dalamnya.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan disusun dengan struktur teks pernyataan umum atau klasifikasi diikuti oleh anggota atau aspek yang dilaporkan. Dalam menganalisis struktur teks, struktur itu biasanya ditulis dengan pernyataan umum atau klasifikasi^anggota atau aspek yang dilaporkan.

Tanda “^” berarti ‘diikuti oleh. Tanda itu menyatakan urutan tahap pada struktur teks. Tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan semacam pembuka atau pengantar tentang hal yang akan dilaporkan. Pada tahap pembukaan disampaikan bahwa benda-benda di dunia dapat diklasifikasi berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan. Perhatikan bahwa kriteria itu ternyata digunakan untuk membedakan kelas dan subkelas.

Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

1. Kalimat yang digunakan dalam teks laporan hasil observasi adalah kalimat berita. Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitakan sesuatu kepada pembaca atau pendengar (Moeliono, 1988). Kalimat berita adalah kalimat yang berfungsi memberitahukan sesuatu kepada orang lain sehingga tanggapan yang diharapkan berupa perhatian seperti tercermin pada pandangan mata yang menunjukkan adanya perhatian itu, misalnya: anggukan, jawaban ya, dan sebagainya.

Contoh: Benda di dunia dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya. Dengan pengelompokan, benda-benda itu lebih mudah dipelajari.

2. Frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tik melampaui batas fungsi. Artinya, satuan gramatik itu menduduki fungsi sintaksis tertentu, yaitu subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan. Contoh: gedung sekolah ini masih baru. Kalimat ini terdiri dari dua frasa yaitu gedung sekolah ini menduduki fungsi subjek, dan masih baru menduduki fungsi predikat.

  • Frasa verba adalah frasa yang unsur penandanya (UP) berupa kata-kata yang termasuk kategori verba. Secara morfologis, UP frasa verba biasanya ditandai adanya afiks verba, yaitu: meN-, meN-I, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, di-, di-i, di-kan, ber-, ber-kan, ber-i, ter-, ke-an. Secara sintaksis, frasa verba menduduki fungsi predikat atau pelengkap. Di samping itu, dalam frasa verba terdapat (bila sudah ada) dan dapat diberi (bila belum ada) kata ‘sedang’ untuk verba aktif dan kata ‘sudah’ untuk verba keadaan.

Contoh: dibagi menjadi, membagi, membagikan, berbagi, terbagi, dibagi, dibagikan, membagi-bagikan.

  • Frasa nomina (FN) adalah frasa yang UP-nya berupa kata-kata yang termasuk kategori nomina. Kata-kata yang termasuk kategori nomina itu meliputi (1) nomina sebenarnya, misalnya: batu, tanah, air, dll, (2) pronomina, misalnya: saya, mereka, dia, dll, (3) nama, misalnya: Candra, Malang, Kapuas, Semeru, dll, (4) kata-kata selain nomina (bukan nomina), tetapi secara struktur berubah menjadi nomina. Secara sintaksis, FN dapat menduduki fungsi S, P, O, Pel, atau Ket. Di samping itu, dalam FN terdapat (bila sudah ada) dan dapat diberi (bila belum ada) kata ‘ini’ atau ‘itu’. Contoh: membaca ‘itu’ dapat memperluas wawasan kita.
  • Frasa ajektiva adalah frasa yang UP-nya berupa kata-kata yang termasuk kategori ajektiva. Secara morfologis, dalam UP frasa ajektiva terdapat afiks ajektif ter- ‘paling’ (bila sudah ada) dan dapat diberi afiks ajektif ter- ‘paling’ (bila sudah ada). UP frasa ajektiva dapat dibentuk dengan se-R-nya atau alangkah –A-nya. Secara sintaksis, FA menduduki fungsi P atau Pel. Di samping itu, dalam FA terdapat (bila sudah ada) dan dapat diberi (bila belum ada) kata sangat, paling, dan Contoh: semua saudaranya sangat cantik.
    1. Sinonim adalah bentuk bahasa yg maknanya mirip atau sama dng bentuk bahasa lain. Contoh: dibagi, diklasifikasikan, digolongkan
    2. Antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Contoh: sehat-sakit.
    3. Konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi (Kridalaksana, 1990), sebagai alat sintaksis, konjungsi berfungsi untuk memperluas satuan sintaksis, baik dalam konstruksi setara maupun tidak setara. Contoh: dan (menambahkan sifat anggota yang sama) tetapi ( menyatakan perbedaan kelas).

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Mengandung fakta
  2. Bersifat objektif
  3. Disajikan secara menarik, ilmiah.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Lingkungan Tempat Tinggalku

Aku tinggal di daerah perkotaan Bandung yang sangat padat. Di lingkungan tempat tinggalku terdapat beberapa objek yang dapat digolongkan sebagai makhluk hidup dan tak hidup.

Makhluk hidup yang ada di tempat tinggalku dapat digolongkan menjadi manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia di lingkunganku beraktivitas sebagaimana kebanyakan orang lain beraktivitas. Misalnya: bersekolah, bekerja, berekreasi, berolahraga, dsb. Selain manusia, terdapat pula makhluk hidup lain yaitu hewan dan tumbuhan. Hewan di lingkunganku misalnya: hewan unggas, kucing, tikus dsb. Tumbuhan di lingkungan sekitarku kebanyakan berada di pot karena wilayah yang tidak memungkinkan untuk ditanami pepohonan yang besar, misalnya: daun pandan, pohon palm kecil, pohon tomat, dsb.

Makhluk tak hidup disekitarku dapat digolongkan menjadi makhluk tak hidup alami dan makhluk tak hidup buatan. Makhluk tidak hidup alami adalah makhluk tidak hidup yang bukan diciptakan oleh manusia, misalnya: batu, air, tanah, udara, dsb, sedangkan makhluk tidak hidup buatan adalah makhluk tak hidup yang diciptakan oleh manusia, misalnya: pagar, jalan raya, jembatan penyeberangan, dsb.

Makhluk tidak hidup buatan dapat dikelompokkan lagi menjadi sarana dan prasarana umum individu. Sarana dan prasarana publik yaitu sarana dan prasarana yang dipakai bersama-sama, seperti jembatan penyeberangan, jalan raya, dsb. Jembatan penyeberangan biasa digunakan untuk menyeberang agar kita merasakan kenyamanan saat menyeberang dan jalan raya berfungsi sebagai jalan yang menghubungkan daerah satu dengan daerah lainnya, sedangkan sarana dan prasarana individu adalah sarana dan prasarana yang hanya dinikmati dan digunakan oleh individu yang memilikinya, misalnya, rumah, pagar, dsb. Rumah berfungsi untuk ditempati agar hidup kita terasa aman dan nyaman dan pagar berfungsi untuk meminimalisasi terjadinya aksi kejahatan terhadap rumah kita oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: