Sinopsis Novel – Patah tumbuh hilang berganti (Zunaedah Zubro)

Judul Novel                 : Patah tumbuh hilang berganti

Pengarang                   : Zunaedah Zubro

Tahun                          : 1950

Sinopsis Novel            :

Zulaiha bersama keluarganya pindah ke suatu desa lantaran keadaan di kota sedang genting. Di sana ia mempunyai seorang sahabat bernama Misnawati. Ia mulai menyesuaikan keadaan di sana yakni dengan bekerja di sawah. Namun, saat ia berada di ladang ia kehilangan kalung pemberian dari orang tuanya. Zulaiha sangat sedih lantaran tidak bisa menemukan kalung tersebut. Namun tiba-tiba saja Misnawati dipanggil oleh yusuf anak kepala desa yang juga merupakan kekasihnya. Yusuf memberitahu bahwa ia dan Nazili menemukan sebuah kalung yang mungkin kalung tersebut milik Zulaiha. Misnawati pun sangat senang karena kalung tersebut memang kepunyaan Zulaiha. Zulaiha pun mengucapkan terimakasih kepada Nazili yang telah menemukan kalungnya. Dari sanalah awal mula kisah cinta antara Nazili dan Zulaiha. Sejak saat itu Nazili dan Zulaiha menjalin sebuah hubungan kekasih.

Nazili senantiasa mengirim surat kepada Zulaiha yang kemudian dibalas oleh Zulaiha. Mereka berdua saling menyayangi satu sama lain hingga pada suatu ketika nazili tidak kuasa menahan untuk tidak bertemu Zulaiha, namun ditengah jalan ia digoda dan dipengaruhi oleh Mariyam yang merupakan sepupu dari Zulaiha. Mariyam tidak senang terhadap hubungan Nazili dan Zulaiha karena mereka hampir menikah, sedangkan ia sejak lama telah memendam perasaannya terhadap Nazili.

Zulaiha sangat marah saat mengetahui perselingkuhan diantara Nazili dan Mariyam. Ia pun memutuskan hubungannya dengan Nazili. Zulaiha sangat kecewa dan sakit hati terhadap perlakuan Nazili. Sejak saat itu ia tidak ingin lagi bertemu dengan Nazili. Hal tersebut membuat hati Nazili hancur dan mengakibatkan penyesalan yang sangat mendalam. Ia menyesal lantaran tidak bisa menjaga kepercyaaan yang Zulaiha berikan. Penyakit Nazili semakin hari semakin parah hingga ia hampir saja mati. Jika Misnawati tidak menjenguknya dan memberikan harapan kepada Nazili bahwa Zulaiha akan memaafkannya jika ia sembuh kelak. Hal tersebut seolah menjadi obat bagi Nazili. Ia pun sembuh setelah beberapa hari kemudian. Setiap hari ia berusaha meminta maaf kepada Zulaiha. Akhirnya Zulaiha pun luluh hatinya.

Kesempatan kedua diberikan oleh Zulaiha kepada Nazili. Awalnya hubungan mereka berjalan sperti dahulu kala , namun nazili yang merasa terlalu dimanjakan oleh Zulaiha kini sikapnya menjadi-jadi. Ia semakin manja terhadap Zulaiha, jika Zulaiha melakukan suatu kesalahan ia selalu marah dan mencaci maki Zulaiha. Sampai pada batas kesabaran Zulaiha habis, akhirnya ia pun memutuskan hubungannnya bersama Nazili. Ia tidak ingin lagi bertemu dengan Nazili.

Semenjak peristiwa tersebut Zulaiha semakin menguatkan niatnya untuk kembali bersekolah di kota.  Lalu ia pun bersekolah dan pindah ke kota Palembang. Awalnya ia merasa sedih lantaran ia telah tertinggal dua tingkat lebih rendah daripada teman-temannya yang terdahulu. Namun lama kelamaan ia pun bisa menerima dan menjadi seorang yang giat belajar. Di sekolah itu, ia bertemu dengan Marzuki. Zulaiha dan Marzuki akrab selayaknya sahabat karib. Namun, Zulaiha tetap saja tidak ingin membuka hatinya untuk orang lain kembali setelah apa yang ia alami. Ia pun menolak permintaan Marzuki untuk menjadi kekasihnya. Sejak saat itu Zulaiha menjauh dari Marzuki. Lantaran tidak kuat dengan sikap acuh Zulaiha akhirnya Marzuki pun memutuskan untuk pindah ke sekolah lainnya.

Beberapa tahun kemudian, Zulaiha lulus dari sekolahnya. Ia pun ingin melanjutkan pendidikannya ke Jakarta. Awalnya orang tuanya tidak menyetujui keinginannya tersebut. Namun, mereka akhirnya melepaskan Zulaiha untuk bersekolah ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta ia tinggal di rumah paman dan bibinya yang telah lama merantau.

Saat dirumah bibinya Zulaiha bertemu dengan seorang pemuda yang tinggal di sebelah rumah bibinya. Pemuda itu seumuran dengannnya. Ia bernama Arham. Arham dan Zulaiha berada pada satu sekolah yang sama. Mereka pun lama-kelamaan menjadi akrab. Setiap pergi dan pulang sekolah mereka selalu bersama. Hingga pada suatu saat Arham mengungkapkan isi hatinya kepada Zulaiha. Ternyata Arham telah menyukai Zulaiha sejak pertama mereka bertemu di depan jendela masing-masing. Arham telah terpesona oleh kecantikan yang Zulaiha miliki. Akhirnya karena ketulusan cinta Arham, ia pun menerima Arham untuk menjadi kekasihnya.

Mereka pun saling jatuh cinta satu sama lain. Hingga pada suatu hari saat Zulaiha dinyatakan lulus dari sekolah Diplomanya, Arham meminta janji Zulaiha untuk mau menjadi istrinya. Arham pun lalu meminta ijin dengan mengirim surat kepada ayah Zulaiha yang berisi permohonan izin untuk melamar Zulaiha. Namun, orang tua Zulaiha malah meminta Zulaiha untuk kembali ke Palembang. Di sana Zulaiha ternyata telah dijodohkan dengan Junaedi oleh orangtuanya. Junaedi masih saudara sepupu dari Zulaiha. Ternyata yang membiayai kulianya selama di Jakarta adalah orang tua junaedi. Orang tua Zulaiha ternyata merasa berutang budi pada kedua orang tua Junaedi.

Zulaiha sangat terkejut saat mengetahui dirinya kan dijodohkan bukan dengan Arham yang telah meminta lamaran kepada ayahnya. Ia kini menjadi anak yang pendiam dan suka murung diri. Ia pun memberi kabar kepada Arham bahwa ia akan dinikahkan dengan orang lain. Hati Arham pun sangat Hancur mendengar kabar tersebut. Ia tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat. Hingga mereka berdua akhirnya memtuskan suatu ide konyol untuk melarikan diri bersama. Namun ternyata niat Zulaiha tersebut telah diketahui orang tuanya. Mereka yang merasa telah bersalah dengan menikahkan Zulaiha bukan dengan pilihannya sendiri akhirnya memutuskan untuk membatalakan perjodohan tersebut dan meminta Arham dan orang tuanya agar segera melamar Zulaiha.

Kabar tersebut disambut dengan sangat antusias. Akhirnya orang tua Arham melamarkan Zulaiha untuknya. Hingga akhirnya Arham pun menikah dengan Zulaiha dan mereka pun memutuskan untuk pindah dan menetap di Jakarta.

Komentar                    :

Novel Patah Tumbuh Hilang berganti ini mempunyai karakteristik sesuai periode 50an. Yakni mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari dan bersifat kedaerahan. Dimana sesuai denga jalan ceritanya yakni mengisahkan tentang kehidupan seorang remaja wanita yang mengalami patah hati kemudian akhirnya dapat menemukan cinta sejatinya. Serta tentang tata cara perkawinan yang masih menggunakan adat sebagai tolak ukur perkawinan merupakan karakteristik periode 50an yang bersifat kedaerahan.

Novel ini mempunyai banyak pesan moral yang ingin penulis sampaikan melalui cerita. Misalnya, tentang perjuangan seorang wanita yang mengejar impiannya serta mempunyai semangat meraih pendidikan setingga mungkin yang pada zaman dahulu dianggap  tabu keberadaanya. Juga tentang arti sebuah kepercayaan dan kesempatan hendaknya tidak disia-siakan. Serta pelajaran tentang bagaimana seseorang mengambil sebuah hikmah dari setiap musibah maupun cobaan yang terjadi.

Rhesi Elmia Ningsih

Sastra Indonesia

5 comments

  1. waaaw novel2 lamaaa… mauuu lah yaa…. :”)

  2. hahaha….bener, meskipun lama namun bagus untuk dibaca😀

  3. akbar · · Reply

    bismillah,,
    aku suka Novel ini, tapi sayang waktu aku sma bukunya hilang,,
    aku pingin baca kembali, mbak boleh posting gak dari awal sampai akhirr,
    thanks before

  4. hehehe..iah mas…saya kebetulan juga suka novel ini, namun sayangnya saya juga lupa mas letak novelnya berada..sebenarnya ingin mempostingkannya, namun sekali lagi mohon maaf …bukunya entah kemana😀

  5. naufal izzulhaq · · Reply

    novelnya bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: